Logo Luragung
10 Agustus 2011Reset Printer HP – Hewlett Packard
16 Juli 20111. Printer Epson, :
Mesin / Board dan Cartridge di proteksi oleh vendor / pabriknya dengan menggunakan semacam counter / penghitung di mesin ataupun di cartridge nya. Jadi kalo masuk batas hitungannya ya harus di reset.
2. Printer Canon, :
Mesin / Board di proteksi juga sama dengan printer epson. jadi juga butuh reset. Proteksi ini dimaksudkan agar setelah masuk batas hitungan printer / cartridge tidak bisa digunakan lagi oleh user.
Sedangkan untuk printer HP Deskjet maupun jenis Printer HP lainnya itu tidak membutuhkan reset, karena tidak ada proteksi terhadap board ataupun cartridge printer HP ini.
Jadi bila anda menjumpai printer HP deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, dll yang blinking / lampu power kedip – kedip terus, bukan berarti kita harus mereset printer HP deskjet tersebut.
Printer HP 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, dll yang blinking ini merupakan tanda bahwa salah satu dari cartridge printer HP deskjet tersebut mengalami kerusakan chip dan harus diganti dengan yang baru.
Cara Cek Cartridge Rusak printer HP Deskjet atau bila printer HP Deskjet anda blink yaitu :
Lepas salah satu cartridge printer HP Deskjet anda misalnya cartridge hitam dulu yang dilepas.
Kemudian nyalakan printer HP Deskjet anda.
Kemudian amati lampu indikator powernya kalo Printer HP Deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, anda masih blinking berarti cartridge hitam anda rusak.
Tapi kalo lampu indikator power nyala penuh, berarti cartridge hitam printer HP Deskjet anda bagus / baik.
Kemudian lepas Cartridge Hitam dan ganti dengan cartridge warna saja yang dipasang.
Kemudian nyalakan printer HP Deskjet anda.
Kemudian amati lampu indikator powernya kalo Printer HP Deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, anda masih blinking berarti cartridge warna anda rusak.
Tapi kalo lampu indikator power nyala penuh, berarti cartridge warna printer HP Deskjet anda bagus / baik.
Cartridge yang rusak ini tidak bisa diperbaiki, tapi sebelum anda buang mungkin anda bisa mencoba membersihkan pin cartidge dengan penghapus pensil dan mencoba lagi untuk memastikan rusak tidaknya cartridge anda.
Sekedar info printer HP Deskjet bisa jalan / ngeprint walaupun hanya dengan menggunakan 1 (satu) cartridge, berbeda dengan printer Epson dan Canon dimana kedua cartridge harus terpasang agar printer itu jalan / bisa ngeprint.
Demikian info mengenai Cara Reset Printer HP Deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, yang sebenarnya bukan blink seperti yang terjadi di printer Epson dan Canon, tapi dikarenakan oleh rusaknya salah satu atau dua-duanya dari cartridge yang digunakan.
Good brand logo
7 Mei 2009- Mozilla firefox 3.0.10
- Macromedia Flash vector
- Love firefox
- Harley Davidson
Tambahan VW combie
7 Mei 2009- Ban Standard yang biasa di gunakan vw combie dengan ikon logo yang memukau, ban serv ini biasa di simpan di dalam cabin.
- VW combie champer
- Lampu depan
semua tentang VW combie
7 Mei 2009- vw combi
- vw combi germany
- Clean Engine
- Combie club thai
- Cabin Combie
- Clean Cabin
Cingcowong
6 Januari 2009KUNINGAN : Bicara Cingcowong, mungkin tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya Nawita (67). Dia adalah satu-satunya punduh (kuncen) Cingcowong di Kabupaten Kuningan, yang kini berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai tradisi masyarakat Blok Wage Desa Luragung Landeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan ratusan tahun lalu yang kini diperkenalkan kembali kepada masyarakat yang dikemas melalui pertunjukan seni tradisi semacam teater rakyat.
Nawita mengatakan, Cingcowong sebenarnya merupakan boneka yang terbuat dari tempurung kelapa dan alat penangkap ikan (bubu). Dulu, boneka ini dijadikan alat media untuk mengadakan acara ritual pada saat kemarau panjang, dengan tujuan agar segera turun hujan.
“Dulu hanya untuk acara ritual, tapi mungkin karena dianggap langka mungkin sekarang dijadikan salah satu aset budaya daerah oleh pemerintah,” kata Nawita.
Terlepas percaya atau tidak dengan tradisi tersebut, yang jelas belakangan ini nama Nawita banyak dikenal masyarakat termasuk pemerintah daerah, setelah dia mempertontonkan kembali Cingcowong kepada masyarakat. Tak jarang dia tampil memainkan Cingcowong dalam berbagai acara, bahkan tak jarang pula mendapatkan undangan untuk tampil berkolaborasi lewat sebuah tarian Cingcowong seperti dalam pertunjukan seni dan budaya mulai di tingkat Kecamatan, Kabupaten, bahkan pertunjukan di Cirebon dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Dengan banyaknya tampil di panggung pertunjukan, nama Nawita semakin melekat sehingga banyak orang menyebut Kuncen Cingcowong. Ada juga yang menyebut seniman Cingcowong, karena ternyata Cingcowong yang dulu hanya ditampilkan pada acara ritual itu, kini menjadi tontonan masyarakat. Bahkan, seniman lain di Kuningan berupaya untuk mengadopsi Cingcowong menjadi sebuah tarian yakni Tari Cingcowong.
Ada Apa dengan plat Nomor Indonesia
6 Januari 20091. Mengapa Nomor Polisi Jakarta itu di kode dengan Huruf “B”?
Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan. Awalnya tidak ada orang Indonesia yang memiliki mobil. Dan biasanya orang-orang Indonesia yang kaya adalah orang yang tinggal disekitar pelabuhan, mereka biasanya adalah saudagar nasional dan internasional, yang kedua adalah orang-orang yg menjadi juragan perkebunan, sebagai “ndoro” perkebunan tidak heran bila uang mereka banyak. Sampailah saatnya orang kaya pertama di Indonesia memiliki mobil, dan orang pertama tersebut adalah orang Banten (pelabuhan) maka mobilnya di beri kode “A”. diikuti nomor. nantinya bila ada orang Banten yg punya mobil tinggal nomornya saja yg diberi nomor urutannya, tetapi kode awalnya tetap “A”. Selanjutnya orang Batavia (betawi, pelabuhan) yang membeli mobil, sesuai urutan abjad, maka mobil orang ini oleh pemerintah Belanda di beri kode “B” diikuti nomor .., selanjutnya semua mobil duta dan consul diberi kode C yg saat ini menjadi CD. Kemudian seorang “ndoro” perkebunan di Bandung membeli mobil maka di kode “D”, orang kaya Kesunanan Cirebon (pelabuhan) juga kemudian beli, maka “E”, orang kaya Bogor (perkebunan) juga beli, maka “F”, orang kaya Pekalongan (pengusaha kain) kemudian beli, maka “G”, orang kaya Semarang (pelabuhan) juga beli mobil, maka nomor polisinya “H”. dst…
Kira-kira apa yang kita pikir tentang Huruf “Z” (Tasik) dan kota-kota yg sudah tidak kebagian abjat alphabet tunggal? seperti AA (Kedu), AB (Jogya). Apakah mereka adalah orang-orang kaya belakangan? belum tentu karena “Z” untuk Tasik adalah hasil modifikasi kepolisian belakangan ini. termasuk “W” untuk Jombang yg sebelumnya menggunakan “L” juga, sama dengan Surabaya. Tetapi sebagian besar memang menggambarkan urutan orang-orang yg “berhasil kaya” di Indonesia. (untuk orang – orang yang nomor polisi mobilnya dua huruf, Peace… ah, he.. he.. he..)
2. Mengapa Jembatan2 jalan raya buatan Belanda, tahan lama?
Sebenarnya konstruksinya hampir biasa-biasa saja, tetapi Belanda merancang jembatan, bagaimana mobil yg akan melaluinya bisa pelan-pelan. Maka jalan masuk jembatan dan keluar jembatan itu harus dibuat menikung, bila perlu malah menikung tajam 90 derajat agar kendaraan mau-tidak mau mengerem kendaraannya. Alhasil mereka masuk ke jembatan dengan pelan-pelan, keluar jembatan pun mereka pelan-pelan karena jalan masih menikung. Akhirnya jembatanpun menjadi awet. Bahkan ada yg tahan 100 tahun lebih. Bandingkan dengan jembatan-jembatan buatan setelah itu.
3. Mengapa Jarak antar kota di Jawa rata-rata ± 60 km?
Perhatikan: Jakarta – Bogor ± 60 km, Bogor – Sukabumi ± 60 km , Sukabumi – Cianjur ± 60 km, Cianjur – Bogor ± 60 km, Cianjur – Bandung ± 60 km, Bandung – Garut ± 60 km, Garut – Tasik ± 60 km, Rangkasbitung – Banten ± 60 km dst. (atau sekitar 60 an lah.he..he.. peace.). Mengapa 60 km? Karena Pemerintah Belanda saat itu merancang jarak kota, juga mempunyai peri-kehewanan, yaitu memikirkan kuda. Kuda standard itu setelah berjalan 60 km perlu istirahat besar (beda dengan kuda modif, he.. he.. he..), yaitu makan dan minum dan istirahat cukup. Nah untuk bisa minum dan makan, sebaiknya ditempat itu sudah ada daerah yg dihuni manusia, sehingga biasanya ada sumur, ladang, lapangan, alun-alun sehingga tersedia air dan rerumputan yg bisa disabit untuk si kuda.
4. Mengapa mobil tanpa hidung / moncong dibuat.
Mobil dengan hidung (bagian mesinnya didepan), sebenarnya lebih nyaman dan lebih aman dari pada mobil tanpa hidung (bagian mesinnya dibawah jok pengemudi), mengapa? kedua jenis mobil ini, dengan kecepatan yang sama bila terjadi tabrakan frontal maka tingkat melukainya thdp pengemudi akan lebih parah yg tanpa hidung, dan biasanya menggencet si pengemudi. Berbeda dengan mobil yg punya moncong. Sebagian dari sedan Honda bahkan telah didesign mengurangi impact orang yang ditabrak juga. Mobil-mobil berhidung zaman dulu umumnya bumpernya full besi, sehingga orang yang tertabrak saat kecepatan diatas 45 km/jam bisa meninggal. Pada saat pemerintahan Jepang masih berkuasa di Indonesia, banyak orang Indonesia yang mengemudikan kendaraan mengantuk, hal ini banyak menimbulkan kecelakaan. Mobil menabrak rumah, pohon bahkan menabrak orang yg sedang berjalan di tepi jalan. Disinyalir penyebabnya adalah suasana kabin yang cukup senyap, nyaman, tidak panas, karena mesinnya didepan, ditambah lagi pada saat itu si pengemudi banyak yang kekurangan gizi yg berakibat saat mengemudikan kendaraan sering mengantuk, maklum zaman penjajahan, kebutuhan gizi amatlah kurang. Para petinggi Indonesia saat itu akhirnya mengusulkan kepada pemerintahan Jepang agar mendesain mobil yang tidak mudah membuat ngantuk, yaitu yang tidak nyaman, taruh saja mesinnya dibawah pengemudi. Para engineer Jepang terheran-heran dengan usulan ini. Tapi rancangannya tetap diselesaikan. Jadilah saat itu mobil dengan mesin di bawah pengemudi, agar berisik, tidak nyaman, dan yg “hot” lagi adalah di bawah pengemudi ada pemanas. jadi deh supirnya pada melek. Kalau masih ada yang mengantuk ya memang bawaan bayi kali ya. Juga sang supir mikir terus “mobil ini tidak ada moncongnya kalau nabrak aku bisa gepeng” (qodar ya.), setidaknya ini membuat mereka terjaga saat mengemudi.
Saat ini banyak sekali mobil tanpa moncong berkeliaran di jalan raya, bahkan bisa dikatakan juga mobil rakyat. (Untuk penggemar mobil tanpa moncong, peace ah..).
FOTO UDARA LURAGUNG & sktrnya
1 Januari 2009Alun ALun Luragung Tonggoh

Alun2 Tonggoh
Alun Alun Luragung

Alun Alun Luragung Landeuh
Dari Ketinggian Luragung

Long View Luragung
TOSERBA FAJAR Luragung….

Fajar Luragung
SLTPN 1 Luragung

SMP lURAGUNG
SMUN 1 LURAGUNG (SMUNEL)

SMUNEL
KA’BAH Al-Mukaromah DI MEKAH

Ka'bah Al-Mukaromah

Tak terkategori |
Ditulis oleh engkoskoswara82 






















